KKN-T UNDIP 2026 Dorong Kemandirian “Popongan Bangkit” dengan Pengelolaan Sampah dan Sinergi BUMDes di Desa Popongan

Lokasi : Desa Popongan, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang

Dosen pendamping :

Aulia Vidya Almadana, S.E., M.M. Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Ardiaz Ajie Aryandika, S.Kom., M.B.A. Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Afina Hasya, S.T., M.M. Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Mahasiswa Tim I Kelompok 3 KKN Tematik 2026 Popongan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema “Akselerasi Bumdes “Popongan Bangkit”: Penguatan Tata Kelola Kelembagaan dan Pengembangan Unit Usaha Terpadu untuk Kemandirian Ekonomi Desa”. Program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga yang masih menjadi tantangan di Desa Popongan.  Berdasarkan perhitungan tim KKN-T mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), Desa Popongan dengan jumlah penduduk sekitar 3.100 jiwa menghasilkan timbulan sampah harian sebesar 2,75 liter per orang per hari, dengan proporsi sampah residu mencapai 20 persen. Hal tersebut setara dengan sekitar 1.705 liter sampah residu per hari, yang apabila diakumulasikan dapat mencapai lebih dari 622 ribu kilogram sampah residu dalam satu tahun. Kondisi ini berpotensi menimbulkan penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat.

Menjawab permasalahan tersebut, Tim 1 KKN-T Kelompok 3 menginisiasi program pengelolaan sampah berbasis teknologi rocket stove, yaitu tungku pembakaran ramah lingkungan yang dirancang dengan sistem aliran panas dan udara yang efisien. Rocket stove mampu mengurangi volume sampah residu secara signifikan, menekan emisi pembakaran, serta menjadi alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman dibandingkan pembakaran terbuka. Melalui kegiatan edukasi dan demonstrasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah residu sebagai sumber energi alternatif sekaligus upaya pengurangan limbah di lingkungan desa.

Penerapan rocket stove tidak hanya diposisikan sebagai solusi lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung konsep ekonomi sirkular berbasis desa. Sampah residu yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna diolah melalui sistem terintegrasi, sementara sampah organik dan anorganik dipilah untuk dimanfaatkan kembali atau memiliki nilai jual. Skema ini membuka peluang bagi BUMDes Mandiri Popongan untuk mengembangkan unit usaha pengelolaan sampah sebagai sumber pendapatan desa yang berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Selain program pengelolaan sampah, Tim KKN-T Kelompok 3 UNDIP juga melaksanakan program multidisiplin berupa harmonisasi BUMDes dan UMKM. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan tata kelola kelembagaan dan manajemen usaha desa melalui sosialisasi pada pelaku usaha. Tim KKN-T memfasilitasi pemetaan peran dan fungsi masing-masing lembaga, penyusunan arah pengembangan unit usaha, serta rekomendasi penguatan kelembagaan agar BUMDes mampu beroperasi secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Arah pengembangan BUMDes Mandiri Popongan diarahkan pada penguatan manajemen organisasi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta optimalisasi unit usaha yang telah dimiliki, termasuk unit pengelolaan sampah. Penguatan kelembagaan ini diharapkan mampu menjadikan BUMDes sebagai penggerak utama ekonomi desa, selaras dengan visi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Popongan secara berkelanjutan.