oleh manajemenfeb | Des 21, 2024 | Berita
Tahun 2024 adalah tahun yang menandai realitas baru bagi keamanan siber di Indonesia. Serangan ransomware jenis perangkat lunak berbahaya yang mengenkripsi data dan meminta tebusan untuk memulihkan akses meningkat secara signifikan, dengan 32.803 insiden tercatat dalam enam bulan pertama saja. Menurut laporan Kaspersky, angka ini menjadikan Indonesia negara dengan jumlah serangan ransomware tertinggi di Asia Tenggara. Di tengah derasnya arus digitalisasi, fenomena ini bukan hanya ancaman teknis, tetapi juga cermin dari kesiapan kita menghadapi dunia yang semakin terhubung secara digital.
Salah satu serangan paling mengguncang adalah yang menargetkan Pusat Data Nasional (PDN) pada Juni 2024. Serangan oleh ransomware Brain Cipher, varian dari Lockbit 3.0, menyebabkan gangguan besar pada layanan pemerintah, termasuk imigrasi di bandara. Tebusan sebesar 8 juta dolar AS diminta oleh penyerang, namun pemerintah menolak membayar. Dampaknya tidak hanya melumpuhkan layanan, tetapi juga menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Insiden ini menjadi pengingat keras akan risiko yang dihadapi oleh infrastruktur digital negara.
Ransomware adalah wujud nyata dari dinamika siber global yang terus berkembang. Di satu sisi, kemajuan teknologi membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi dan inovasi. Namun, di sisi lain, teknologi juga menjadi medan baru bagi kejahatan. Para peretas yang menciptakan ransomware tidak lagi sekadar pelaku individu. Mereka adalah bagian dari jaringan kriminal internasional yang terorganisir, memanfaatkan kerentanan sistem dan lemahnya budaya keamanan digital untuk meraup keuntungan besar.
Sektor perbankan Indonesia adalah salah satu target utama. Baru saja terjadi di Bulan Desember 2024 sebuah kasus besar melibatkan sebuah bank nasional yang menjadi korban serangan oleh kelompok peretas Bashe. Data sensitif, termasuk informasi nasabah dan dokumen internal, diduga dienkripsi dengan permintaan tebusan dalam bentuk mata uang kripto. Meski pihak bank membantah dampak serius dari serangan tersebut, investigasi mengungkapkan potensi upaya untuk menutup-nutupi insiden guna melindungi reputasi mereka. Kejadian ini memicu perdebatan tentang transparansi dalam penanganan insiden siber, terutama di sektor strategis seperti perbankan.
Namun, apa sebenarnya yang dipertaruhkan dalam serangan ransomware? Bukan hanya uang tebusan, tetapi juga kepercayaan masyarakat. Di era di mana data adalah mata uang baru, kehilangan kepercayaan dapat lebih merugikan daripada kerugian finansial langsung. Kasus perbankan ini menjadi pelajaran penting: menutup-nutupi masalah hanya akan memperburuk situasi. Transparansi bukan hanya solusi etis, tetapi juga strategi jangka panjang untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan kesiapan menghadapi ancaman.
Dampak ransomware melampaui sektor-sektor strategis. Dalam kasus serangan terhadap PDN, efeknya terasa di seluruh ekosistem layanan publik. Dari imigrasi hingga layanan administratif lainnya, gangguan yang terjadi mengingatkan kita pada ketergantungan yang semakin besar terhadap sistem digital. Ketika sistem ini terganggu, masyarakatlah yang paling merasakan dampaknya. Ketergantungan ini ibarat pedang bermata dua: di satu sisi memberikan efisiensi, namun di sisi lain meningkatkan risiko jika tidak disertai kesiapan infrastruktur dan keamanan yang memadai.
Di sinilah pentingnya langkah proaktif. Keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak. Pemerintah Indonesia telah mengambil sejumlah langkah strategis, termasuk audit pusat data pemerintah dan peningkatan infrastruktur keamanan. Namun, upaya ini perlu diperluas dan dipercepat. Sektor swasta, terutama perusahaan yang menyimpan data sensitif, juga harus berinvestasi lebih pada teknologi keamanan, pelatihan karyawan, dan audit sistem secara berkala. Tanpa pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, ancaman ransomware akan terus menjadi momok.
Menghadapi ancaman ransomware, ada pepatah sederhana namun mendalam yang relevan: “Mencegah lebih baik daripada mengobati.” Prinsip ini sangat penting dalam konteks keamanan siber. Backup data secara rutin, pembaruan sistem keamanan, dan peningkatan kesadaran karyawan terhadap ancaman siber adalah langkah-langkah sederhana namun krusial. Selain itu, simulasi serangan siber dapat membantu organisasi untuk menguji kesiapan mereka dan memperbaiki kelemahan yang ada.
Namun, lebih dari sekadar langkah teknis, keamanan siber adalah tentang budaya. Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya keamanan digital masih rendah. Banyak organisasi yang menganggap investasi pada keamanan siber sebagai biaya tambahan daripada kebutuhan pokok. Persepsi ini harus diubah. Keamanan siber harus dilihat sebagai investasi jangka panjang yang melindungi bukan hanya data, tetapi juga reputasi dan keberlanjutan bisnis.
Serangan ransomware bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita sebagai bangsa menghadapi tantangan ini. Dunia digital tidak hanya membawa risiko, tetapi juga peluang besar. Dengan membangun infrastruktur keamanan yang kokoh, meningkatkan kesadaran publik, dan memupuk budaya transparansi, Indonesia dapat menjadi teladan di kawasan Asia Tenggara dalam menghadapi ancaman siber. Sebagaimana setiap tantangan membawa peluang, serangan ransomware adalah pengingat bahwa kita harus terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Dengan langkah-langkah yang tepat, ancaman ini dapat menjadi katalisator bagi transformasi digital yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. Hanya dengan kesadaran dan aksi bersama, Indonesia dapat keluar dari bayang-bayang ancaman siber dan melangkah dengan percaya diri menuju masa depan yang lebih baik.
Akhirnya, di era modern yang penuh ketergantungan pada teknologi, prinsip “failure is not an option” menjadi semakin relevan. Ransomware bukan sekadar ancaman teknologi, tetapi ancaman nyata terhadap keamanan data, operasional, dan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus senantiasa waspada dan proaktif, melindungi sistem dengan langkah preventif, seperti backup data, pembaruan sistem, dan edukasi karyawan, agar terhindar dari dampak yang menghancurkan.
Fokkerthestorm, 20 Desember 2024
oleh manajemenfeb | Nov 15, 2024 | Akademik, Berita
Hai, Dips! Di zaman serba digital ini, teknologi sudah jadi sahabat terbaik kita, termasuk di dunia manajemen SDM! Software Human Resource Management (HRM) seperti SAP SuccessFactors, Workday, dan lainnya siap bantuin kita buat urusan rekrutmen, pelatihan, sampai evaluasi kinerja jadi lebih simpel. Contohnya nih, Google udah pakai platform berbasis data untuk cek kinerja karyawannya dan kasih pelatihan yang pas sesuai kebutuhan. Keren, kan?
Keuntungan Teknologi dalam HRD:
- Efisiensi Waktu : Kerjaan administratif yang biasanya ribet? Sekarang sudah otomatis! Sistem HRM mempercepat urusan cuti atau perhitungan gaji jadinya hemat waktu!
- Akurasi Data : Bye-bye kesalahan manual! Sistem digital bikin data karyawan jadi lebih akurat, nggak ada lagi tuh typo atau hitungan meleset!
- Analisis Mendalam : Dengan data, kita bisa bikin keputusan yang lebih strategis, misalnya buat penempatan karyawan yang sesuai sama kebutuhan tim.
Pengembangan Keterampilan dengan Program Learning & Development (L&D)
Manajemen SDM itu bukan sekadar teori, Dips, tapi aksi nyata buat nge-boost skill karyawan! Contohnya, IBM punya cara keren buat ini. Mereka punya platform pelatihan digital yang namanya Your Learning. Di sini, karyawan bisa akses modul-modul pelatihan yang sesuai banget sama kebutuhan dan tujuan karier mereka. Jadi, mereka bisa terus upgrade skill dengan cara yang fleksibel dan pas banget buat perkembangan karir masing-masing. Mantap, kan?
Strategi L&D yang Efektif:
- Pelatihan Berbasis Kompetensi : berfokus pada pengembangan keterampilan yang sejalan dengan perubahan bisnis mereka, sehingga pelatihan menjadi lebih relevan.
- Mentoring dan Coaching : menyediakan program bimbingan yang mendukung perkembangan karir karyawan.
- E-Learning : Mengandalkan platform seperti LinkedIn Learning, karyawan bisa belajar kapan pun, di mana pun, dengan akses ke materi yang fleksibel dan praktis.
Membangun Budaya Perusahaan yang Positif
Budaya perusahaan yang positif itu pondasi utama buat HRD modern, lho, Dips! Contohnya, Zappos terkenal banget dengan budaya kerja yang inklusif dan apresiatif. Di sana, karyawan didorong buat saling support dan terus berinovasi. Hasilnya? Bukan cuma sukses secara bisnis, tapi Zappos juga jadi incaran banyak pencari kerja karena lingkungan kerjanya yang seru dan mendukung.
Elemen Budaya Perusahaan yang Positif:
- Komunikasi Terbuka : Di Netflix, budaya keterbukaan penuh antara karyawan dan manajemen jadi kunci. Dengan komunikasi yang transparan, inovasi pun tumbuh subur!
- Penghargaan dan Pengakuan : Deloitte pakai platform penghargaan internal untuk memberikan apresiasi atas pencapaian karyawan, bikin mereka makin semangat dan termotivasi.
- Keseimbangan Kerja dan Kehidupan : Di Buffer, fleksibilitas waktu kerja dan transparansi gaji jadi prioritas untuk mendukung kesejahteraan karyawan.
Mengoptimalkan Penggunaan People Analytics
People Analytics adalah inovasi penting dalam manajemen SDM, Dips! Dengan teknologi ini, HRD bisa ambil keputusan yang lebih tepat dan strategis soal karyawan. Contohnya, di IBM, people analytics dipakai untuk memprediksi retensi karyawan dan memahami faktor-faktor yang bikin karyawan betah dan puas. Jadi, data nggak cuma angka, tapi juga jadi panduan buat menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung!
Aplikasi People Analytics dalam HRD:
- Workday People Analytics : Ini salah satu platform HR yang top banget! Dengan fitur People Analytics, Workday bisa menganalisis data karyawan secara real-time, pakai kecerdasan buatan untuk kasih wawasan soal tren karyawan meliputi turnover, kinerja, dan tingkat keterlibatan. Jadi, HRD bisa ambil keputusan yang lebih cerdas dan tepat.
- SAP SuccessFactors People Analytics : SAP SuccessFactors punya berbagai modul HR, salah satunya People Analytics yang memudahkan HRD buat akses laporan dan dasbor yang gampang dipahami. Selain itu, aplikasi ini juga bisa memprediksi pola kehadiran dan keterlibatan karyawan, membantu HRD dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat.
- Visier People : Visier lebih fokus ke pengelolaan data karyawan dan prediksi perilaku mereka. Dengan fitur analisis turnover, identifikasi risiko retensi, dan pengukuran keterlibatan, Visier membantu HRD menciptakan strategi berbasis data yang gak cuma meningkatkan pengalaman karyawan, tapi juga kinerja organisasi secara keseluruhan.
Manajemen SDM di era modern memang penuh dengan tantangan, tapi juga nggak kalah seru dengan segala peluangnya! Dengan memanfaatkan teknologi digital, mengembangkan keterampilan lewat program L&D, membangun budaya perusahaan yang inklusif, mengelola keragaman, dan memanfaatkan people analytics, HRD zaman sekarang jadi kunci utama kesuksesan organisasi. Jadi, buat Dips yang tertarik mendalami HRD, ini kesempatan emas buat merasakan langsung betapa besar dampaknya di dunia kerja sekarang!
oleh manajemenfeb | Okt 6, 2024 | Berita, Prestasi
Mahasiswa Undip Raih Medali di PON XXIMahasiswa Undip Raih Medali di PON XXI

Ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung dengan penuh semangat di seluruh pelosok Indonesia telah membawa kebanggaan tersendiri bagi para atlet. Dalam kompetisi ini, tim beregu nasional berhasil menyabet sejumlah medali yang menjadi bukti komitmen mereka dalam mengharumkan nama daerah masing-masing.
Muhamad Athaya Rizky Prasetya berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang kompetisi olahraga internasional dengan membawa pulang sejumlah medali dari berbagai nomor lomba beregu. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat dan menunjukkan komitmen atlet-atlet kita dalam memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Dalam nomor Sprint 500m +D, Muhamad Athaya Rizky Prasetya berhasil meraih medali perak setelah melalui persaingan ketat dengan tim-tim unggulan lainnya. Dengan kecepatan dan kekompakan yang luar biasa, mereka mampu menempati posisi kedua, hanya terpaut tipis dari lawan mereka.
Tidak hanya di Sprint 500m, Muhamad Athaya Rizky Prasetya juga menorehkan prestasi di nomor TTT 10.000m beregu dengan meraih medali perak. Strategi yang solid dan stamina yang terjaga membuat Muhamad Athaya Rizky Prasetya mampu bertahan di jarak panjang ini, hingga akhirnya berhasil menempati podium kedua.
Selain itu, di nomor Relay 3000m beregu, Muhamad Athaya Rizky Prasetya sukses menyabet medali perunggu. Meski menghadapi tantangan yang berat, mereka menunjukkan ketangguhan dan kerja sama tim yang solid sehingga berhasil mengamankan posisi ketiga.
Keberhasilan ini memberikan motivasi bagi para atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan mengukir prestasi di masa depan. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju lebih banyak kemenangan di ajang-ajang berikutnya.
oleh manajemenfeb | Okt 3, 2024 | Berita, Riset Pengabdian
Seiring dengan perubahan zaman, perhatian terhadap lingkungan pun semakin meningkat. Aspek penting dari keprihatinan ini adalah bagaimana membangun dan merancang infrastruktur yang baik. Bangunan ramah lingkungan atau green building telah menjadi prioritas utama dalam industri konstruksi global. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan alam dan mengintegrasikan teknologi yang lebih berkelanjutan di setiap tahap konstruksi. Salah satu inovasi dalam mendukung pada green building adalah penggunaan Hexagonal Ceramic Interlocks (Hexara Ceramics) yang dikembangkan melalui program Kedai Reka di tahun 2023 dan tahun 2024 oleh Tim gabungan dari Prodi Arsitek, Teknik Kimia dan Bisnis Digital Universitas Diponegoro bersama Industri melalui program Kedai Reka.
Tim kolaborasi ini telah menciptakan terobosan kreatif yang dapat mengubah eceng gondok, tanaman air yang tumbuh secara liar di berbagai perairan di Indonesia, menjadi bahan campuran keramik peredam suara yang memiliki segudang manfaat. Terobosan besar ini tidak hanya menyelesaikan permasalahan eceng gondok, namun juga memberikan solusi terhadap permasalahan suara berupa kebisingan yang semakin meningkat di lingkungan perkotaan.
Dari eceng gondok yang awalnya menjadi tanaman gulma, tim peneliti Undip dibawah kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Erni Setyowati, MT (Prodi Arsitek) yang beranggotakan Prof. Dr.-lng. lr. Silviana, S.T., M.T., IPM.- ASEAN Eng (Prodi Teknik Kimia) dan Ardiaz Ajie Aryandika, S.Kom., MBA, (Prodi Bisnis Digital) berhasil mengekstrak selulosa pada eceng gondok dan menjadikannya campuran produk keramik yang memiliki kemampuan untuk meredamkan suara. Selain itu, keramik ini memiliki sejumlah keunggulan, termasuk ketahanan terhadap suhu ekstrim, kekuatan mekanik yang baik, serta kemampuan isolasi panas dan suara yang istimewa.
Hexara Ceramics merupakan material keramik dinding fungsional berbentuk heksagonal dan memiliki sistem kunci unik yang memungkinkan mereka terkunci satu sama lain tanpa perlu menggunakan adhesif tambahan. Ini membuat instalasi menjadi lebih mudah dan mengurangi penggunaan bahan kimia yang berpotensi merusak lingkungan.

Gambar 1 Keramik Anti Gaung
Pengaplikasian keramik ini biasanya terpasang di area bangunan komersial, gedung apartemen, dan rumah sakit, keramik peredam suara ini dapat mengurangi tingkat kebisingan hingga 90 persen, menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan nyaman bagi penghuninya. Keunggulan dan penerapan produk ini pada bangunan sudah diimplementasikan di beberapa Gedung. Khusus di Undip dapat dilihat penerapannya di Muladi Dome, Gedung Prof. Soedarto, Gedung Art Center. Produk ini memiliki 2 tipe yaitu hexa ceramic tipe glazur dan non glazur serta tipe terbaru yaitu hexa flower dan batik
Informasi terkait dengan riset ini dapat dilihat di situs www.cecraundip.com yang memiliki beberapa fungsi yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik dalam green construction seperti:
1. Instalasi Mudah : Sistem interlocking heksagonal memungkinkan keramik ini saling terkunci dan bertautan tanpa perlu menggunakan adhesif atau semen tambahan. Ini mempercepat proses instalasi, mengurangi tenaga kerja, dan mengurangi potensi pencemaran lingkungan dengan bahan kimia.
2. Ramah Lingkungan: Bahan dasar campuran yang ramah lingkungan dari keramik Hexagonal Interlock Ceramics adalah Eceng Gondok yang sudah diproses sedemikian rupa sehingga memiliki bahan yang lebih berkelanjutan daripada bahan konstruksi konvensional seperti beton atau batu bata.
3. Tahan Lama: Ubin-ubin ini memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca dan korosi, sehingga mereka memiliki umur pakai yang lebih lama daripada beberapa bahan konstruksi lainnya. Ini berarti pengurangan limbah konstruksi jangka panjang.
4. Estetika: Bentuk heksagonal yang unik, Hexagonal Interlock Ceramics dapat memberikan tampilan estetik dan modern pada bangunan yang memasang dengan model ini.
Pengembangan keramik peredam suara ini merupakan salah satu kontribusi Undip dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kebisingan yang semakin memburuk di Indonesia. Terobosan ini adalah bukti nyata bagaimana penelitian dan inovasi dapat mengatasi dua masalah sekaligus: pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan dan kebisingan di perkotaan. Riset dari Tim Undip telah menunjukkan bahwa eceng gondok, yang dulu dianggap sebagai masalah, sekarang menjadi bagian dari solusi yang inovatif dan berkelanjutan.
oleh manajemenfeb | Agu 22, 2024 | Berita, Riset Pengabdian
Supply chain management merupakan salah satu aspek krusial dalam operasional UMKM, yang melibatkan pengelolaan aliran barang, informasi, dan sumber daya dari pemasok hingga ke konsumen akhir. Namun, banyak UMKM di Indonesia, masih belum memiliki sistem manajemen supply chain yang terstruktur, salah satunya adalah UMKM aluminium di desa Genengharjo, Tirtomoyo, Wonogiri. Hal ini sering kali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan, sumber daya, dan teknologi yang mereka miliki. Tanpa supply chain management yang baik, UMKM rentan menghadapi masalah seperti kekurangan stok bahan baku, produksi yang tidak efisien, hingga keterlambatan pengiriman produk, yang pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan usaha dan mengurangi daya saing di pasar.
Dalam rangka menghadapi tantangan dalam pengelolaan supply chain, mahasiswa KKN Tim II UNDIP 2023/2024, Saskia Prativi, mengenalkan penggunaan teknologi digital, khususnya Google Spreadsheet, sebagai alat bantu bagi pelaku UMKM aluminium. Bimbingan yang diberikan meliputi pengelolaan stok bahan baku, pemantauan proses produksi, hingga distribusi produk akhir kepada konsumen. Dengan pemanfaatan Google Spreadsheet, pelaku UMKM aluminium dapat mencatat dan memantau setiap tahapan dalam supply chain secara real-time dan lebih akurat.

Kegiatan pembimbingan berlangsung di lokasi UMKM Alumunium Desa Genengharjo dan disambut oleh pengurus UMKM aluminium dengan antusiasme tinggi pada Selasa (06/08/2024). Selama sesi bimbingan, mahasiswa KKN UNDIP tidak hanya memberikan penjelasan teoritis mengenai manajemen supply chain, tetapi juga melakukan simulasi penggunaan Google Spreadsheet secara langsung. Pengurus UMKM aluminium diajarkan cara membuat template sederhana yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha tersebut, sehingga mereka dapat lebih mudah mengimplementasikan sistem tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

“Saya merasa terbantu dengan bimbingan ini. Sebelumnya, saya sering mengalami kesulitan dalam mengatur stok bahan baku dan mencatat hasil produksi. Sekarang, dengan menggunakan Google Spreadsheet, semuanya jadi lebih mudah dipantau,” ungkap Sutiman, pengurus usaha aluminium di Desa Genengharjo.
Dengan adanya program kerja ini, diharapkan para pelaku UMKM aluminium di Desa Genengharjo dapat lebih profesional dalam mengelola supply chain mereka, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya operasional, dan memperkuat daya saing produk di pasar. Program bimbingan ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UNDIP untuk mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.
Penulis: Saskia Prativi, (Manajemen-Fakultas Ekonomika dan Bisnis)