Melangkah Bersama Karang Taruna: KKN TIM II UNDIP Dorong Jiwa Wirausaha Muda di Desa Pentur

Melangkah Bersama Karang Taruna: KKN TIM II UNDIP Dorong Jiwa Wirausaha Muda di Desa Pentur

Boyolali, 24 Juli 2024 – Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro (UNDIP) mengadakan kegiatan pemberdayaan Karang Taruna di Desa Pentur dengan fokus pada peningkatan jiwa kewirausahaan di kalangan pemuda. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak usia muda, sekaligus memberdayakan potensi lokal melalui kreativitas.

Workshop yang dilaksanakan ini mengusung tema “Pembuatan Kerajinan dari Manik-Manik dan Pengemasannya.” Para peserta yang merupakan anggota Karang Taruna Desa Pentur diberikan pelatihan intensif mengenai cara membuat berbagai macam kerajinan berbahan dasar manik-manik. Tidak hanya belajar teknik pembuatan, tetapi juga cara mengemas produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

Dalam workshop ini, mahasiswa KKN bertindak sebagai fasilitator dan mentor, memberikan pengetahuan dasar serta keterampilan teknis yang dibutuhkan. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga termotivasi untuk mengembangkan potensi bisnis yang berbasis pada sumber daya lokal.

Pelaksanaan workshop ini merupakan upaya strategis untuk mendorong Karang Taruna sebagai motor penggerak perekonomian di Desa Pentur. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para pemuda dapat memulai langkah kecil dalam dunia usaha dengan memanfaatkan keterampilan yang telah dipelajari. 

Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga berlanjut pada pendampingan dan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Dengan demikian, Diharapkan Desa Pentur dapat menciptakan wirausahawan-wirausahawan muda yang mampu berkontribusi positif bagi kemajuan desa.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa KKN TIM II UNDIP berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat khususnya Karang Taruna melalui kegiatan-kegiatan yang aplikatif dan berkelanjutan. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari lahirnya para wirausahawan muda yang kreatif dan inovatif di Desa Pentur.

Menggali Potensi Lokal: Mahasiswa KKN Undip Desa Wiro Memberikan Edukasi dan Pendampingan Pendaftaran Usaha Melalui E-Commerce

Menggali Potensi Lokal: Mahasiswa KKN Undip Desa Wiro Memberikan Edukasi dan Pendampingan Pendaftaran Usaha Melalui E-Commerce

Klaten, 25 Juli 2024 – Dalam upaya memberdayakan potensi lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat, Suharti Radivani mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) jurusan Manajemen berhasil melaksanakan kegiatan mengedukasikan dan pendampingan pendaftaran usaha dengan digital marketing melalui E-Commerce Shopee bagi pemilik UMKM jenang ayu dan daster di Desa Wiro. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada pelaku UMKM tentang cara memanfaatkan platform e-commerce, seperti Shopee untuk mengembangkan bisnis mereka secara digital, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan penjualan maupun pendapatan.

Keterbatasan akses pasar menjadi tantangan utama bagi para pelaku usaha lokal untuk mengembangkan bisnis mereka. Menyadari hal ini, Suharti Radivani mahasiswa KKN Undip hadir untuk memberikan solusi melalui edukasi dan pendampingan yang terstruktur. Saya melihat bahwa pemanfaatan platform e-commerce adalah langkah yang tepat untuk mengatasi keterbatasan ini. Shopee merupakan salah satu marketplace terbesar di Indonesia, dipilih sebagai platform utama untuk membantu UMKM Desa Wiro memperluas jangkauan pasar mereka, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi dan pendampingan langsung atau praktek pendaftaran usaha melalui e-commerce. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN Undip memberikan edukasi tentang pentingnya digitalisasi usaha di era modern ini. Edukasi ini juga dilengkapi dengan sesi praktek langsung, di mana mahasiswa KKN Undip membantu para pelaku UMKM untuk membuat akun toko di Shopee, mengunggah foto produk, dan membuat deskripsi produk yang menarik, strategi pemasaran digital yang efektif, menggunakan fitur-fitur promosi yang tersedia di platform tersebut.

Selanjutnya, mahasiswa KKN Undip juga memberikan pelatihan praktis tentang cara mendaftar dan membuka toko di platform e-commerce seperti Shopee. Mereka diajari langkah-langkah mulai dari pendaftaran akun, pengunggahan produk, penentuan harga, hingga strategi promosi digital yang efektif.

Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Desa Wiro, terutama para pelaku UMKM. Mereka merasa terbantu dengan adanya pendampingan langsung dalam memasarkan produk mereka secara online. Para pelaku umkm kini lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha mereka.

Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital, serta memperkuat komitmen Undip dalam berkontribusi pada pembangunan daerah melalui program KKN. Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Wiro dapat lebih memahami pentingnya digitalisasi dalam bisnis dan mampu memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh e-commerce. Dengan demikian, produk-produk lokal dari Desa Wiro dapat dikenal lebih luas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Transformasi Digital di Desa Kundisari: Program KKN Undip Siap Meningkatkan Jangkauan dan Penjualan Usaha Gerabah

Transformasi Digital di Desa Kundisari: Program KKN Undip Siap Meningkatkan Jangkauan dan Penjualan Usaha Gerabah

Kundisari, 3 Agustus 2024Dalam era perkembangan teknologi yang semakin pesat, usaha yang sebelumnya mengandalkan penjualan langsung dan pasar lokal kini mulai beralih ke strategi pemasaran digital. Kerajinan gerabah, yang menjadi salah satu potensi dan identitas khas Desa Kundisari, semakin menyadari pentingnya memanfaatkan digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Untuk itu, Grace Agatha Panjaitan, mahasiswa Tim II KKN Undip Tahun 2024, mengambil inisiatif untuk mengoptimalkan digital marketing pada usaha kerajinan gerabah di Desa Kundisari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep digital marketing kepada sejumlah pengrajin gerabah di desa tersebut.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Grace memainkan peran kunci dalam membantu para pengrajin memahami dan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha mereka. Ia menekankan bagaimana platform digital dapat membuka peluang baru bagi para perajin gerabah untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, tidak hanya di sekitar desa tetapi juga di kota-kota besar bahkan hingga ke pasar internasional.

Setelah memberikan pemahaman dasar tentang digital marketing, Grace melanjutkan dengan membimbing para pengrajin gerabah dalam proses pembuatan akun di platform Instagram. Dengan memanfaatkan media sosial ini, para pengrajin dapat mempromosikan produk mereka secara efektif dan terhubung langsung dengan calon pelanggan. Selain itu, Grace juga membantu mereka menandai lokasi usaha di Gmaps, yang memungkinkan pelanggan menemukan lokasi fisik usaha mereka dengan mudah melalui layanan peta digital. Tidak hanya itu, Grace menyediakan dukungan tambahan dengan membuatkan website khusus yang berisi informasi mendetail tentang bisnis gerabah tersebut, termasuk katalog produk, deskripsi, dan informasi kontak. Website ini berfungsi sebagai etalase online yang mempermudah aksesibilitas dan meningkatkan profesionalisme usaha gerabah di Desa Kundisari.

Program ini disambut dengan antusias oleh para perajin gerabah yang sebagian besar belum familiar dengan teknologi digital. “Program Grace sangat berguna, karena telah menyediakan pengetahuan dan keterampilan penting dalam digital marketing, yang sangat mendukung upaya kami dalam mempromosikan dan mengembangkan usaha gerabah di desa kami,” kata Pak Den, salah satu pemilik usaha gerabah dari Desa Kundisari. Selain itu, Mba Pik, pemilik usaha gerabah yang telah berdiri selama 10 tahun, menyatakan, “Program Grace memberikan manfaat bagi saya yang belum mengenal sama sekali dunia digital. Dengan menyediakan pengetahuan dan keterampilan dalam digital marketing, saya sangat terbantu dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan usaha gerabah ini.”

Melalui pelatihan dan bimbingan yang diberikan, para perajin mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemasaran digital serta pengoptimalannya. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif dalam jangka pendek, tetapi juga membawa perubahan jangka panjang yang berkelanjutan bagi perekonomian desa.

Keluarga Hemat, Pinjol Lewat : Upaya Preventif Terhadap Pinjaman Online melaluiManajemen Keuangan Keluarga

Keluarga Hemat, Pinjol Lewat : Upaya Preventif Terhadap Pinjaman Online melaluiManajemen Keuangan Keluarga

Kundisari, 1 Agustus 2024 – Pinjaman online (pinjol) telah menjadi salah satu solusi finansial yang populer di masyarakat, tetapi di balik kemudahannya, terdapat risiko besar yang dapat mengancam kestabilan keuangan keluarga. Mengingat pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, Grace Agatha Panjaitan, mahasiswa KKN Tim II Undip Tahun 2024, meluncurkan program “Keluarga Hemat, Pinjol Lewat” sebagai langkah preventif dalam mengatasi dampak negatif pinjaman online melalui pengelolaan keuangan keluarga yang efektif.

Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang risiko pinjaman online serta memberikan solusi konkret melalui manajemen keuangan yang lebih baik. Dengan adanya program ini, diharapkan keluarga dapat menghindari jebakan pinjaman online dan mengelola keuangan mereka dengan lebih bijaksana. Selain pelatihan manajemen keuangan, program ini juga memberikan edukasi mendalam tentang pinjaman online. Informasi yang disampaikan mencakup cara kerja pinjaman online, risiko yang terkait, serta strategi untuk menghindari dan mengatasi masalah pinjaman online. Di samping itu, Grace juga memperkenalkan beberapa aplikasi manajemen keuangan digital yang dapat digunakan dengan praktis di smartphone, salah satunya adalah aplikasi Money+.

Kegiatan ini disambut antusias dan diapresiasi oleh para audiens yakni para ibu rumah tangga di desa Kundisari. “Sebagai ibu rumah tangga, saya sering merasa kesulitan dalam mengatur keuangan keluarga. Program ini memberikan saya alat dan pengetahuan yang saya butuhkan untuk membuat perencanaan keuangan yang lebih baik dan menghindari pinjaman online.”Ungkap Ibu Sariati.

Melalui program ini diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap risiko pinjaman online dan lebih memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik. Grace Agatha Panjaitan berharap, dengan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam manajemen keuangan, keluarga dapat menghindari masalah finansial dan membangun masa depan yang lebih stabil dan aman secara finansial.

Revitalisasi Karang Taruna Desa Wates: KKN Undip Dorong Rebranding dan Penguatan Karang Taruna

Revitalisasi Karang Taruna Desa Wates: KKN Undip Dorong Rebranding dan Penguatan Karang Taruna

Boyolali, 28 Juli 2024 — Viona Anggiawinata, mahasiswa Universitas Diponegoro, menggelar program kerja monodisiplin Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan topik “Revitalisasi Karang Taruna: dengan Rebranding melalui Sosial Media dan Penguatan Organisatoris” di Posko Tim II KKN Universitas Diponegoro 2023/2024, Desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Acara ini dihadiri oleh sekitar 25 remaja anggota Karang Taruna Desa Wates.

Program ini bertujuan untuk mengedukasi para anggota Karang Taruna mengenai pentingnya organisasi, manfaat yang dapat diperoleh dari keikutsertaan aktif dalam organisasi, serta strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan eksistensi Karang Taruna melalui rebranding di media sosial dan penguatan struktur organisasi.

Kegiatan diawali dengan menjelaskan konsep dasar organisasi, termasuk tujuan dan dampak positif yang dapat dirasakan baik oleh individu maupun masyarakat. Para peserta diberi pemahaman bahwa Karang Taruna bukan hanya sekadar perkumpulan, tetapi juga wadah yang memiliki peran penting dalam pengembangan diri dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di lingkungan desa.

Selanjutnya, para peserta dipandu untuk merancang strategi rebranding Karang Taruna di media sosial. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan Karang Taruna lebih dikenal dan diakui oleh masyarakat luas, sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat memberikan dampak yang lebih besar. Selain itu, dilakukan juga pelatihan penguatan organisatoris, di mana para peserta diajarkan tentang pentingnya peran masing-masing anggota, bagaimana menyusun program kerja yang efektif, dan cara menjalankan organisasi dengan lebih terstruktur dan terencana.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari para remaja Karang Taruna. Mereka antusias berdiskusi mengenai tantangan dan potensi yang dimiliki organisasi ini. Beberapa di antaranya bahkan mengungkapkan rencana untuk segera mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dalam kegiatan ini, termasuk langsung membuat akun media sosial Instagram Karang Taruna Desa Wates dan merancang program kerja yang lebih inovatif dan bermanfaat.

Latar belakang dilaksanakannya program ini adalah menurunnya aktivitas Karang Taruna di Desa Wates dan kurangnya pemahaman di kalangan anggota mengenai pentingnya berorganisasi. “Dengan meningkatkan aktivitas dan memperkuat eksistensi di media sosial, Karang Taruna dapat menarik minat lebih banyak pemuda untuk bergabung serta lebih mudah dalam menyebarluaskan informasi tentang kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan,” – Viona Anggiawinata.

Dengan adanya program ini, diharapkan Karang Taruna Desa Wates dapat kembali aktif dan lebih berperan dalam pengembangan pemuda dan masyarakat. Program ini merupakan bagian dari upaya Tim II KKN Universitas Diponegoro 2023/2024 dalam memberdayakan masyarakat melalui penguatan organisasi pemuda, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan desa.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan pembagian materi pelatihan dengan pembagian brosur yang menekankan pentingnya keberlangsungan Karang Taruna baik untuk perkembangan individu maupun untuk pemberdayaan desa. Tidak lupa juga dengan komitmen dari para peserta untuk terus mendukung keberlanjutan Karang Taruna sebagai wadah pengembangan diri dan pemberdayaan masyarakat di Desa Wates.

 

Ditulis oleh Viona Anggiawinata (Mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro)
Dosen Pembimbing Lapangan: Mohammad Nurul Huda, S.AP., MPA
Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun Ajaran 2023/2024
Desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali